Apa itu DHCP ?

 Dynamic Host Configuration Protocol atau DHCP adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.

Pada router MikroTik terdapat fitur yang berfungsi untuk manajemen distribusi IP Address, yaitu DHCP (Dynamic Host Confguration Protocol). Diantara fitur DHCP yang sudah didukung oleh MikroTik antara lain DHCP Server, DHCP Client dan DHCP Relay. Mungkin diantara kita sudah tidak asing lagi dengan DHCP Server dan juga DHCP Client pada MikroTik karena kedua fitur ini memang sering digunakan dalam konfigurasi jaringan. Namun diantara kita ada yang bertanya-tanya apakah fungsi dari DHCP Relay pada Mikrotik?

Apa itu DHCP Relay ?

DHCP Relay merupakan sebuah metode untuk distribusi IP Address ke perangkat client dengan memanfaatkan DHCP server yang terpusat pada router lain. Sehingga bisa dikatakan router yang menjadi DHCP relay hanya meneruskan ‘DHCP Request‘ dari perangkat client ke DHCP server. Hal ini sangat membantu jika perangkat-perangkat client tidak berada dalam satu network dengan DHCP Server. Untuk lebih jelasnya kita akan mencoba untuk melakukan konfigurasi DHCP Relay seperti pada topologi berikut :

Pada topologi diatas terdapat 2 buah router, Router-1 yang menjadi DHCP Server dan Router-2 yang menjadi DHCP Relay, dan terdapat 2 buah network pada Router-2 yaitu 192.168.1.0/24 dan 192.168.2.0/24. dan untuk distribusi IP address ke masing-masing network client di Router-2 akan mengambil dari Router-1 yang memiliki DHCP Server.

kita langsung ke langkah-langkah nya :

Konfigurasi DHCP Server (Router-1)

Pertama, kita konfigurasi DHCP Server pada Router-1

Kita akan membuat range IP Address untuk dua jaringan client di Router-2 yaitu 192.168.1.0/24 dan 192.168.2.0/24. Pilih menu IP -> Pool dan kita tentukan range IP Address untuk masing-masing network.

Selanjutnya, kita konfigurasi ip address untuk yang mengarah ke Router-2 yaitu interface ether2, 10.10.10.1/30

Selanjutnya, kita akan membuat 2 DHCP Server untuk distribusi IP address kedua network client. Pilih pada menu IP -> DHCP Server -> klik Add [+]. Tambahkan dan isikan parameternya seperti pada tampilan dibawah ini!

Dan kita sudah membuat 2 buah DHCP Server, 192.168.1.1 (Jaringan 1), 192.168.2.1 (Jaringan 2)

Setelah kita menambahkan DHCP Server diatas, selanjutnya kita akan menambahkan network yang akan mendapatkan distribusi IP Address dari DHCP server tersebut. Pilih menu IP -> DHCP Server -> Networks.

Dan kita sudah membuat 2 buah network untuk client, 192.168.1.0/24 (Jaringan 1), 192.168.2.0/24 (Jaringan 2).

Nah, untuk konfigurasi DHCP Server telah selesai. Selanjutnya kita bisa mulai setting perangkat yang digunakan sebagai relay, yaitu Router-2.

Konfigurasi DHCP Relay setup (Router-2)

Tambahkan ip address 192.168.1.1/24 pada interface ether2, dan tambahkan juga ip address 192.168.2.1/24 pada interface ether3 pada router DHCP Relay (Router-2) sesuai alokasi segmen ip pada gambar topologi.

Selanjutnya, kita akan melakukan konfigurasi DHCP Relay. Pilih menu IP -> DHCP Relay -> klik ADD [+]. Karena kita memiliki dua network, maka kita akan menambahkan juga dua DHCP Relay. Isikan parameter yang tersedia seperti pada tampilan dibawah ini!

Sampai pada tahap ini jika pada client di setiap network melakukan ‘DHCP Request’, maka alokasi IP Address akan didapat dari distribusi DHCP Server di Router-1.

catatan:

Dengan topologi seperti diatas, supaya client dapat terkoneksi ke internet pastikan pada Router-2 sudah ditambahkan Default Route, dan pada Router-1 sudah ditambahkan firewall NAT.

mungkin itu saja materi mikrotik kali ini, silahkan kalian praktekan sendiri agar lebih paham.

jika ada pertanyaan silahkan tulis dikomentar! terima kasih.